H. INDRA GUNAWAN EET, Ph.D

image
Tiga periode duduk sebagai wakil rakyat, tak terhitung lagi berapa banyak asam garam yang dikenyamnya.Di rumah rakyat itu, sejumlah posisi juga pernah dijabatnya, mulai dari anggota biasa, wakil ketua hingga ketua. Berpenampilan jauh dari formal, bahkan sangat sederhan seperti menyatu dengan sikap kesehariannya. Santai duduk di kedai kopi bersama masyarakat, atau berolahraga badminton di salah satu GOR, membuat pria satu anak ini tak sulit ditemui. Karena disanalah hampir saban hari dia menghabiskan waktu senggang di sela-sela kosongnya aktivitas di gedung rakyat atau sepulang dari menemui masyarakat. Gayanya memang tak banyak berubah, baik saat awal tahun 2004 lalu ketika dirinya baru pertama kali duduk sebagai anggota DPRD, atau ketika dirinya menjabat sebagai ketua DPRD di priode kedua maupun saat ini di jabatannya sebagai wakil ketua di priode ketiga. Tampil seadanya, santun dengan sebaya apalagi pada yang lebih tua. Tak heran, kalau ke mana-mana Ketua DPD II Partai Golkar Bengkalis ini selalu saja banyak yang menyapa. Penampilan boleh lembut dan penuh canda. Tapi jangan heran, kalau berbicara atas nama masyarakat pelatih nasional Tarung Drajat ini bakal menggebrak meja. “ Sebagai tanda kuatnya pembelaan terhadap masyarakat, tiga priode saya duduk di DPRD. Artinya, masih banyak masyarakat yang menginginkan dan percaya menitipkan amanahnya kepada saya. Makanya, sesuai dengan kapasitas dan kewenangan saya, saya harus berbicara dan berbuat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Doktor Universitas Selangor Malaysia ini. Berbicara?.. ya, tugas utama anggota DPRD itu kata suami Rika Sundari SP ini, memang berbicara. Berbicara untuk berjuang dan mempertahankan apa yang menjadi hak dan keinginan rakyat. “Parle itu artinya berbicara, maka kita harus berbicara untuk memperjuangkan dan mempertahankan apa yang menjadi keinginan rakyat. Tak selesai bicara lembut ya harus keras, tak selasai bicara keras masih ada cara lain, jika perlu gebrak meja lalu kembali berbicara,” tegas pria yang akrab disapa Eet ini. Tidak heran, dalam beberapa kali statemennya di media, komentar mantan Ketua KNPI Bengkalis ini selalu apa adanya. Tidak pandai memoles kata menjadi lebih lembut, berbicara apa adanya, apalagi kalau hal-hal yang dikomentari bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak. Hanya memang, seiring perjalanan waktu dan pengalaman, bicara dan gaya santun lebih dominan ketimbang bicara keras bahkan terkesan memaksakan kehendak. “Seperti saya sampaikan tadi, kalau hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak, mengebrak mejapun akan saya lakukan. Santun tak mesti mengabaikan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab kita,” akunya.

Syahwat Politik Terukur
Tiga priode menjadi wakil rakyat, tidak hanya kenyang dengan asam garam di dunia politik dan pemeritahan, tapi juga kehidupan bermasyarakat. Bagaimana mesti bersikap, berteman, menghadapi lawan politik serta berhadapan dengan masyarakat akar rumput. Soal sikap, memang jauh berbeda saat awal dirinya menjadi wakil rakyat. Eporia menjadi wakil rakyat di priode pertama memang jelas terlihat, garang seperti tanpa perhitungan. Kini, jauh lebih dewasa dan memahami makna tugas dan kewajiban. Menjadi wakil rakyat adalah sebuah amanah, bukan untuk gagah-gagahan apalagi untuk kepentingan kelompok atau pribadi.   Sebagian kalangan memandang apa yang sedang dijalani Eet saat ini adalah sebuah prestasi, selama tiga priode masih saja masyarakat percaya menitipkan amanah kepadanya. Tapi ada pula yang menilainya sebagai “jago kandang”, tidak berani bertarung di level atau kasta yang lebih tinggi dan mentereng. Untuk apresiasi yang diberikan, Ketua Rumpun Dagang Melayu Bengkalis ini mengatakan kasta rendah dan tinggi sama saja, tapi bagaimana kita memfungsikan status kita untuk kepentingan masyarakat banyak. Butuh kerja keras dan sikap cerdas agar kepercayaan masyarakat tidak luntur kemudian memudar lalu berbalik menyerang. Pahami apa yang menjadi keinginan konstituen, lalu menjadikannya sebuah tanggung jawab dan diperjuangkan dengan komitmen. “Tak mudah menjaga kepercayaan masyarakat, alhamdulillah selama tiga priode kepercayaan dan amanah itu masih dititipkan di pundak saya. Menjadi sebuah keniscayaan bagi saya untuk tetap menjaga dan merawat amanah ini,” tuturnya. Lalu, soal cibiran sebagian kalangan, Eet juga punya jawabannya. Baginya, berpolitik itu tidak boleh grusa-grusu (hantam kromo), hitung-hitungannya harus tepat dan yang paling penting tidak larut dalam syahwat politik yang menggebu-gebu, tapi kemudian layu. Sebagai pemegang tampuk sebuah partai besar, tak sulit baginya tampil di level yang lebih tinggi. Helat Pemilukada 2010, dirinya berpeluang dan bisa saja mencalonkan diri sebagai wakil bupati, karena banyak calon yang melamarnya. Tapi hal itu urung dilakukan karena dirinya memiliki pemikiran dan pertimbangan politik matang. “Jangan latah dengan syahwat politik yang tak terukur, kaji-kajinya harus masak. Kalau kail hanya panjang sejengkal, jangan pulak lautan yang diduga-duga. Salah-salah bisa jatuh tekelepai macam tapai, sudah banyak contoh yang bisa kita lihat. Jadi bukan soal berani atau tidak, tapi soal kematangan dalam Decision making” paparnya. Lagi pula, kata Eet, berada di barisan grass root, dirinya bersentuhan dengan masyarakat, sehingga lebih memahami dan mengerti apa yang menjadi keinginan masyarakat. Bahkan katanya, banyak temannya yang sudah naik kasta tapi kemudian abai dengan konstituen yang mengantarkan mereka duduk sebagai wakil rakyat. “Saya tidak mau seperti itu.   
  
Pekerjaan Rumah Menggunung

Memasuki masa tugas di priode ketiga, azam dan tekadnya tetap ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Masih terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai persoalan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, pelayanan dunia kesehatan dan peningkatan sumber daya manusia. Diakui, masih terlalu banyak infrastruktur dasar yang belum terbangun dengan baik. Jalan-jalan poros masih banyak yang rusak dan perlu peningkatan. Sarana air bersih baru dinikmati sebagian masyarakat, jalan-jalan lingkungan belum tuntas, sarana pendidikan belum merata serta fasilitas kesehatan yang harus mendapat perhatian. “Tiga priode ini belum apa-apa, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Masih butuh kerja keras dan perhatian kita. Belum semua nelayan dilengkapi dengan sarana tangkap memadai, tidak semua petani mampu membali pupuk atau saprodi, belum semua warga menikmati jaringan listrik, bahkan masih ada sebagian masyarakat terpaksa manggunakan air asin untuk mandi dan mencuci. Inilah sekian banyak PR yang mesti dituntaskan,” ungkapnya. Untuk itu kata Eet, dirinya sangat tegas dan berkomitmen terus mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana infrastruktur yang belum menyentuh masyarakat. Selain infrastruktur, kebijakan dan program pemerintah juga harus mampu mengangkat dan menstimulus ekonomi masyarakat. Mari wujudkan Bengkalis jaya Bengkalis sejahtera.***
NAMA LENGKAP : H. INDRA GUNAWAN EET, Ph.D
Tempat dan Tanggal Lahir : Bengkalis, 30-08-1974
Jenis Kelamin : L
Agama : ISLAM
Status Perkawinan : KAWIN
a. Nama Istri    : Rika Sundari, SP
b. Jumlah anak   : 1 Anak
     
Partai Politik : Fraksi Partai Golkar
No. Pokok Anggota Partai :
Daerah Pemilihan : Dapil I Bengkalis - Bantan
Alamat            : Jalan Kelapapati Tengah Bengkalis
     
Riwayat Pendidikan : 1. SDN 09 Bengkalis                                                           
2. SMPN 01 Bengkalis
                                                          
3. STM Muhammadiyah Pekanbaru
                                                          
4. D3 Engineering Interior Design
                                                          
5. S1 Unilak Pekanbaru
                                                          
6. S2 UIR Pekanbaru
                                                          
7. S3 University Selangor
Kursus/Diklat Yang Pernah Diikuti :
Riwayat Organisasi : 1. Ketua KNPI Kabupaten Bengkalis
2. Ketua Rumpun Dagang Kabupaten Melayu Bengkalis                                                           
3. Wakil Ketua HIPMI Kabupaten Bengkalis 
                                                          
4. Dewan Pelatih Boxer Nasional
                                                          
5. Ketua DPD Golkar Kabupaten Bengkalis
Riwayat Pekerjaan : 1. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2004-2009)                                                           
2. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2009-2014)
                                                          
3. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2014-2019)
     
Jabatan Di Dewan : Wakil Ketua DPRD
Jabatan Di Fraksi : Anggota
     
Status Di Komisi :
Jabatan Di Komisi :
     
Jabatan Di Pansus TATIB :
     
Status Di Badan Kelengkapan :
Jabatan Di Badan Kelengkapan :