Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

HENDRI, S.Ag., M.Si

Anggota

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Duri, 12-03-1968
Agama :
ISLAM
Jenis Kelamin :
L
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
Desy Susanti
Jumlah Anak :
4 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi Partai Golkar
Daerah Pemilihan :
BATHIN SOLAPAN

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Komisi III
Jabatan :
Anggota

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :
Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Wakil Ketua)
Badan Anggaran (Anggota)

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. Madrasah Ibtidaiyah Hubbul Wathan Duri
2. Madrasah Tsanawiyah Hubbul Wathan Duri
3. Madrasah Aliyah Hubbul Wathan Duri
4. S-1 STAI Hubbul Wathan Duri
5. S-2 Universitas Riau

Riwayat Pekerjaan

1.    Guru MTS Hubbul Wathan Duri
2.    PT RMI Duri
3.    PT Tri Patra Duri
4.    Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2004–2009)
5.    Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2009-2014)
6.    Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2014-2019)
7.    Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2019-2024)


Riwayat Organisasi


Biografi

Bicara pengalaman sebagai politisi, sosok yang satu ini tidak  perlu diragukan lagi. Betapa tidak, sejak tahun 2004 sudah duduk  sebagai anggota DPRD Bengkalis. Saat ini merupakan priode ke- empat ia duduk di lembaga yang terhormat tersebut. ‘’Mungkin  ini sudah garisan hidup saya, dimana sebagian dari usaha yang  diberikan Tuhan diantaranya diabdikan sebagai wakil rakyat,” ujar  Hendri, S. Ag, M.Si.

Mungkin timbul pertanyaan di benak kita, kenapa bisa bertahan  duduk di lembaga legislatif sampai saat ini. Menurut Hendri,  dimanapun bekerja dan apapun profesi yang digeluti dan  dijalaninya, pada dasarnya adalah pengabdian menuntut  keiklasan, totalitas, loyal dan lainnya. “Setiap pengabdian yang  baik, saya yakin juga akan memberi umpan balik yang memadai,’’  begitu falsafah hidup pria kelahiran Duri, 12 Oktober 1968 ini. Tiga priode (2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019) telah dilewati  dan masuk priode ke-empat menjadi anggota DPRD Bengkalis,  Hendri mengaku telah berupaya keras melakukan hal itu.

Tentu  saja sesuai dengan wewenang dan batas kemampuan serta  kompetensi yang ia miliki. “Saya merasa telah memberikan yang  terbaik untuk kepentingan masyarakat Kabupten Bengkalis di  periode pertama, kedua dan ketiga saya menjadi wakil rakyat.  Demikian juga di priode ke-empat ini, walaupun baru beberapa  bulan dilantik, saya akan berusaha lebih maksimal lagi’’ ujarnya. Bekerja sama dengan eksekutif sebagai mitra sejajar, Hendri  bersama kolegannya di DPRD Kabupten Bengkalis telah  berupaya melakukan banyak hal untuk kemajuan Kabupaten  Bengkalis guna mengejar ketertingalan-ketertingalan serta  menyejahterakan masyarakat. ‘’Walaupun saya sudah berusaha, tentu saja masih ada agenda di periode sebelumnya yang belum tercapai. Karena memang  tidak bisa semua kita kerjakan sekaligus. Tolong dicatat itu  sebagai kelemahan dan kekurangan kami. Insya Allah di priode  ke-empat ini kita akan benahi,’’ ujar suami Desy Susanty, SH ini.

Dipaparkan Hendri, terbatasnya anggaran yang tersedia di APBD  Kabupten Bengkalis, salah satu penyebab tidak memungkinkan  untuk menampung semua aspirasi. Tapi ke depan ia akan coba membenahinya agar lebih baik lagi. Selama berkiprah menjadi anggota dewan, Hendri berusaha  meluahkan perhatian untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis. Upaya ke arah itu didasari pada pepatah  bijak, bahwa kalau ingin menguasai dunia, maka terlebih dahulu kuasailah ilmu pengetahuan. “Untuk menuju Kabupten Bengkalis yang lebih baik, mesti dipersiapkan dengan meletakkan kerangka landasan yang  kokoh dan kuat untuk menciptakan sumber daya manusia yang  berkualitas dan kompetitif. Salah satu sarana untuk membentuk  SDM yang berkualitas itu adalah dengan memajukan dunia  pendidikan,” tegas Hendri.

Namun perlu disadari, jangan berharap dunia  pendidikan akan menghasilkan umpan  balik dalam waktu yang cepat atau instan.  Pembentukan SDM berkualitas melalui dunia  pendidikan merupakan investasi jangka panjang,  dimana hasilnya mungkin baru bisa dilihat dalam rentang waktu puluhan tahun ke depan.  Ia mencontohkan sejumlah negara maju seperti  Jepang dan negara lainnya, yang telah menikmati  buah dari SDM berkualitas itu. Visi dan misi  menjadikan Bengkalis sebagai kota pendidikan  tentu harus mendapat dukungan penuh dari  segala kalangan, terlepas siapapun nanti Bupati  Bengkalis yang akan terpilih. Terlepas dari kepasitasnya sebagai anggota DPRD Kabupten Bengkalis, sebagai warga daerah ini,  Hendri memiliki obsesi yang besar bagaimana Kabupaten Bengkalis diisi oleh manusia-manusia  dengan kemampuan SDM yang tinggi dan berkualitas sehingga diharapkan akan mampu  menjawab tantangan zaman yang semakin lama  diyakini akan kian berat Bila kelak Kabupaten Bengkalis diisi oleh mereka yang memiliki kemampuan SDM yang tinggi dan teruji, maka berbagai keterbatasan yang ada selama ini diyakini akan bisa dicarikan solusinya. 

Taroklah satu missal bila kelak di kemudian hari terjadi keterbatasan di bidang sumber daya alam  yang ada, dengan SDM yang mumpuni tentu ada  solusi pemecahannya.. Begitu pun sejumlah peluang kerja yang  selama ini diisi oleh tenaga dari luar karena  ketidakmampuan tenaga lokal untuk mengisi  formasi yang ada, menurut Hendri akan diisi oleh putra putri terbaik daerah terbaik. ‘’Dari mereka  tentu bisa diharapkan nilai tambah yang lain. Karena merupakan putera daerah, tentu mereka  memiliki tanggung jawab moral yang besar  untuk berbuat yang terbaik untuk kepentingan  daerahnya,” sebut Hendri. Jadi Guru dan TNI Diakui ayah 4 anak ini, menjadi anggota DPRD  bukanlah cita-citanya sejak kecil. Ia malah punya  cita-cita yang tidak terlalu muluk-muluk, menjadi  guru dan mengabdi kepada negara sebagai  anggota TNI. Hendri tentu punya pertimbangan yang logis kenapa memilih kedua profesi itu sebagai jalur  hidupnya. “Tentu tidak terlepas dari kondisi  ekonomi orang tua kala itu,” kenangnya.

Di tengah kondisi perekonomian orang tuanya yang  tidak terlalu kuat, sementara di bagian lain beban  yang ditanggung tidak ringan, karena ia memiliki 10 orang saudara kandung. Di tengah 10 orang  bersaudara itu, anak dari pasangan H Nuarin dan  Hj Khalimah ini menempati posisi sebagai anak  sulung. Praktis, banyak harapan yang ditimpakan di pundaknya, terutama mampu meringankan  beban ekonomi orang tua dalam menunjang  biaya pendidikan adik-adiknya. Tentang cita-cita masa kecilnya menjadi tentara  Hendri mengenang, waktu itu, penyandang  profesi tersebut yang disegani dan terpandang.  “Waktu zaman saya kecil dulu, melihat orang berpakaian tentara masyarakat segan,” katanya. 

Makanya Hendri kecil kala itu menancapkan niat  untuk menjadi tentara. Tapi pada akhirnya, baik  menjadi tentara ataupun guru tidak kesampaian. Hendri akhirnya memilih berlabuh di dunia  politik setelah sebelumnya tercatat berkerja di  PT Tripatra. Untuk menuju ke gelanggang politik  praktis, Hendri menjatuhkan pilihan pada Partai  Buruh sebagai kendaraan politiknya di priode  pertama dan kedua ia duduk menjadi anggota  legistatif. Namun di priode ketiga, ia hijrah ke  Golkar karena Partai Buruh tidak bisa ikut Pemilu  2014.***