ITA AZMI

image
Jika kala itu Bupati Herliyan Saleh tak meminta foto copy KTP-nya, tentulah sampai sekarang ia tetaplah Kepala Desa Serai Wangi yang dalam bahasa setempat disebut penghulu.             Itulah rahasia Allah SWT. Pertemuan, jodoh, rezeki dan maut hanya Allah yang tahu. Demikian juga dengan perjalanan hidup seorang anak bangsa bernama Ita Azmi. Sebelumnya pria kelahiran Muara Kelantan, Kecamatan Mandau tahun 1962 ini menganggap, dua periode menjadi Kepala Desa atau Penghulu merupakan sebuah anugerah dan pancapaian tertinggi. Ternyata lembaran sejarah karir seorang Ita Azmi masih panjang dan menanjak. Ini berawal ketika suatu hari di tahun 2014 lalu, tiba-tiba telepon selulernya berdering. Ia pun kaget saat melihat yang menelponnya adalah Amril Mukminin, anggota DPRD Bengkalis. Amril ternyata menyampaikan pesan Bupati Herliyan Saleh, agar ia menyerahkan foto copy kartu tanda penduduknya kepada Bupati. “Pak Penghulu, Pak Bupati minta foto copy KTP,“ kata Ita mengutip kata Amril saat menelponnya. Permintaan orang nomor satu di Negeri Junjungan kala itu, tentu saja tak mungkin bisa ditolaknya. Dengan jabatan kepala desa, Ita adalah bagian dari sistem Pemerintahan Kabupaten Bengkalis. Posisi ini mengharuskan ia patuh dan menjalankan semua instruksi Bupati. Foto copy KTP tersebut diserahkannya kepada Herliyan Saleh pada saat acara pembagian ambulans desa di kantor Camat Pingir. Oleh Herliyan Saleh, foto copy KTP tersebut untuk memasukkan Ita Azmi dalam barisan Partai Amanat Nasional (PAN). “Seminggu kemudian, saya ikut pelatihan kader PAN,“ kenangnya. Itulah awal Ita Azmi, anak ketiga dari lima bersaudara ini terlibat dalam politik yang sebenarnya. Sekaligus memperpanjang catatan riwayat hidupnya. Dua periode sebagai Kepala Desa Serai Wangi dan pernah menjadi Sekretaris Desa Tasik Serai pada tahun 1997, itu yang mendasari PAN merekrerutnya guna mendulang suara di Pemilu Legislatif 2014. Prediksi Herliyan Saleh yang juga Ketua DPW PAN Provinsi Riau, ternyata benar. Kepala desa yang mayoritas penduduknya adalah transmigrasi lokal hutan tanaman industri itu mendongkak perolehan suara PAN. Alumni Sekolah Usaha Perikanan Pertama Dumai 1982 ini meraih 973 suara dari Daerah Pemilihan Pinggir dan membawanya duduk menjadi anggota DPRD Bengkalis. Di dewan, ayah 7 anak ini punya obsesi yang ingin diwujudkannya. Yaitu melanjutkan program yang masih terkendala, seperti peningkatan jalan untuk 7 desa, Kesehatan, pendidikan, listrik masuk desa, peningkatan jalan dari ibu kota kecamatan ke desa-desa dan pemekaran kecamatan Tualang Mandau. Sebelum pindah ke Desa Tasik Serai tahun 1995, Ita menetap di Kota Duri. Di kota minyak itu, ia pernah jadi pengurus berbagai organisasi, diantaranya pengurus Lembaga Adat Mandau, Karang Taruna dan Ketua RW. Pengalaman ini merupakan modal untuk mewujudkan obsesinya, yakni merealisasikan aspirasi masyarakat di Dapilnya. ***
NAMA LENGKAP : ITA AZMI
Tempat dan Tanggal Lahir : Muara Kelantan, 25-03-1962
Jenis Kelamin : L
Agama : ISLAM
Status Perkawinan : KAWIN
a. Nama Istri    : Khuraisen
b. Jumlah anak   : 7 Anak
     
Partai Politik : Fraksi PAN
No. Pokok Anggota Partai :
Daerah Pemilihan : Pinggir
Alamat            : Jalan Durian Desa Serai Wangi, Kecamatan Pinggir
     
Riwayat Pendidikan : 1. SDN (1976)
2. SMPN/SUPP (1983)
3. SMA /paket C (2011)
Kursus/Diklat Yang Pernah Diikuti :
Riwayat Organisasi : 1.    Pengurus LAM Mandau (2989-1993)
2.    Ketua karang Taruna Serai Wangi (1995-2004)
3.    Partai Golkar (1995-2005)
4.    Partai Amanat Nasional (2014-Sekarang)
Riwayat Pekerjaan : 1.    Pedagang Keliling (1984-1995)
2.    Sekdes Tasik Serai wangi (2003-2009)
3.    Kepala Desa Serai Wangi (2003-2009)
4.    Kepala Desa Serai Wangi (2009-2015/Mundur)
5.   Anggota DPRD Bengkalis (2014-2019)
     
Jabatan Di Dewan : Anggota
Jabatan Di Fraksi : Anggota
     
Status Di Komisi : Komisi I
Jabatan Di Komisi : Anggota
     
Jabatan Di Pansus TATIB :
     
Status Di Badan Kelengkapan : Badan Musyawarah
Jabatan Di Badan Kelengkapan : Anggota