Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

Hj. ZAHRAINI B, S.Pd., M.Pd

Anggota

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Tanjung Belit Air Tiris, 25-06-1963
Agama :
ISLAM
Jenis Kelamin :
P
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
H. IDUL FITRI
Jumlah Anak :
3 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi PKS
Daerah Pemilihan :
BENGKALIS

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Komisi IV
Jabatan :
Anggota

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :
Badan Musyawarah (Anggota)

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. SD N 1 Air Tiris (1978 -1976)
2. SMP N Air Tiris (1980 - 1983)
3. Universitas Terbuka S1 (1997 - 2001)
4. Institut Pertanian Bogor S2 (2003 - 2005)


Riwayat Pekerjaan

1. Guru Pertama (1987)
2. Kepala Seksi Sejarah Dan Purbakala Dinas Kebudayaan Dan Parwisata Kab Bengkalis (2002)
3. Kepala Sub Bidang Peran Serta dan Pemberdayaan Masyarakat (2005)
4. Kepala Sub Bidang Pengembangan Lingkungan Bapedalda Kab Bengkalis (2006)
5. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kab Bengkalis (2009)
6. Kepala Bidang Rehabilitas dan Pelayanan Sosial Dinas Sosial Kab Bengkalis (2011)
7. Kepala Inspektur Pembantu Wilayah Inspektorat Kab Bengkalis (2015)
8. Kepala Bidang Organisasi Perempuan dan Peran serta Masyarakat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab Bengkalis (2016)
9. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (2019-2024)


Riwayat Organisasi

1. HIMPAUDI (Bendahara) (2010 -2015)
2. Forum Paud (Koordinator Kegiatan) (2010 - 2015)
3. Kesejahteraan Sosial (wakil Ketua) (2010 s/d Sekarang)
4. BKMT (Wakil Ketua) ) (2017 - s/d sekarang)
5. P2TP2 (Wakil Ketua) (2017 s/d sekarang)

Biografi

Menjadi Kepala bidang di Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis sebetulnya sudah cukup bagi Hj. Zahraini untuk berbuat, tetapi beliau ingin membantu masyarakat lebih jauh lagi terutama hal-hal yang menyangkut persoalan perempuan.

Mengambil pensiun muda tidaklah mudah bagi Hj. Zahraini, 31 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk ibu 3 orang anak ini, ia lebih memilih untuk mengundurkan diri dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) setelah bergabung ke dunia politik, keluar dari zona nyaman dah mempertaruhkan hidupnya di dunia politik, dunia yang sama sekali baru dan penuh lika liku.

Masuknya perempuan ke dalam lembaga legislatif merupakan upaya untuk menciptakan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam ranah publik, termasuk politik. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berniat untuk memperjuangkan pembangunan desa-desa yang tertinggal dari kemajuan jaman serta membantu membela hak-hak perempuan. Dari pandangan istri dari H. Idul Fitri ini, peran selaku anggota DPRD yang notabene merupakan representasi dari masyarkat yang diwakili, harus mampu menerjemahkan segala persoalan.

Apa yang menjadi aspirasi masyarakat tentu harus disalurkan, karena masyarakat adalah pemegang kedaulatan sepenuhnya dari proses politik dan kebijakan pembangunan yang dilaksanakan. Kepemimpinan itu adalah “Mendengarkan, menggali solusi dan action”. Sekecil apapun permasalahan kamu itu adalah urusan kami. Islam mengangkat harkat, martabat derajat kaum wanita. Perempuan seringkali merasa tidak berdaya dalam mengelola potensi diri, berbagai alasan dan pelabelan yang disematkan kepada perempuan, padahal perempuan dapat bekerja dengan sangat sungguh-sungguh dan mempunyai daya juang yang sangat tinggi.

Pembelajaran kepada masyarakat barangkali perlu dilakukan agar masyarakat bergandengan tangan memberikan peran kepada perempuan untuk dapat secara seksama melakukan upaya-upaya perbaikan kualitas kehidupan dan kesejahteraan. Pergunakan hak-hak perempuan untuk berpolitik tanpa mengabaikan menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anak dan menjadi istri soleha bagi suami yang soleh, menjalankan amanah yang telah diberikan. Mengapa perempuan perlu terlibat dalam politik yang pertama yaitu keadilan (Justice) dan kesetaraan (Equality), Konstitusi, Undang-undang, CEDAW, Beijing Platform dan populasi.

Yang kedua yaitu Kepentingan perempuan (Women’s Interest), Perempuan memiliki kepentingan yang berbeda dari laki-laki. Yang Ketiga Emansipasi (Emancipation) dan perubahan (Change), membongkar System Patrialkal dalam masyarakat dan negara. Keempat yaitu perempuan membuat “Perbedaan” (Women make “Diference”) tidak hadir dalam demokrasi tetapi engender demokrasi “Bring a Different Style dan Value to Politics”. Kelima yaitu perempuan menjadi “panutan” (Role Model) - simbolik. Perempuan menjadi inspirasi dan pemberi semangat perempuan lainnya. Selain itu juga, wanita kelahiran Tanjung Belit Air Tiris, 25 Juni 1963 ini juga peduli terhadap masalah ekonomi masyarakat di Bengkalis.

Beliau juga mengajak kepada masyarakat bahu membahu untuk mengembangkan kearifan lokal, sebagai komponen pariwisata yang harus dimunculkan, Bengkalis negeri berbudaya mempunyai potensi dan keterampilan yang sesungguhnya bukan embrio lagi tetapi sudah berkembang, tinggal publikasi dan promosi dengan manajemen yang mumpuni serta harus berkolaborasi satu sama lain, majukan pariwisata sebagai sumber pendapatan masyarakat. Pembinaan, komunitas, olahragawan, ekonomi kreatif, dan seniman Bengkalis perlu digagas dan disatukan untuk menarik wisatawan, serta rehab komponen destinasi wisata yang sudah ada di Kab. Bengkalis sangat perlu dilakukan. “Saya sangat mengapresiasi sekali masyarakat yang telah memberikan masukan masukan dan ide-ide cerdas. Semoga aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan”, kata Zahraini.

Selain itu, perempuan berdarah minang ini juga mempunyai semangat tinggi dalam berbisnis. Hal ini juga diturunkan kepada anak-anaknya sehingga walaupun di usia yang relatif masih muda anak- anaknya juga sukses dalam berbinis. Beliau juga sering memberi motivasi kepada masyarakat yang ingin memulai usaha agar ekonomi masyarakat semakin berkembang dan jaya. “Saudaraku, segala sesuatu milik Allah, kita tinggal memaksimalkan ikhtiar, jangan pernah keluh kesah dengan apapun yang terjadi, langkahkan kaki ayunkan tangan untuk berusaha dengan tekun..tekun..tekun… Putuskan urat malu, urat malas dan urat takut untuk memulai usaha yang halal. Kita tidak tahu sebarapa banyak sebenarnya rezeki yang telah disediakan Allah untuk kita, tapi kita malas, takut dan malu untuk berusaha”.

Beliau juga peduli terhadap pendidikan anak- anak usia dini, sehingga perempuan berjilbab ini juga mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Khodimul Islam. Salah satu program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Khodimul Islam ini adalah mengajarkan anak didik untuk mengenal Alqur’an melalui metode Iqra’. Memberikan pendidikan di usia dini bukan berarti memaksa, melainkan melatih anak menjadi anak yang mandiri, kreatif dan cerdas. Berusaha di jalan yang baik dan benar “Allah tidak pernah tidur, kalau dipikir sangat berat, tetapi perlahan dijadikan suatu kewajiban dan kebutuhan sehingga menjadi suatu keharusan yang di rindu untuk ditunaikan dan dituntaskan, satu persatu biiznillah dengan bismillah akan ditunaikan sekuat dayaku. Etika dan akhlak tak boleh pergi walau segetir apapun, biarkan yang lain berganti namun engkau jangan, engkau penting untuk menjaga lisan dan perilaku, bersyukur ya Allah engkau telah memberi hidayah dalam Addin yang benar. Saya berkinerja di beberapa bidang, salah satunya di bidang kesehatan, terkait BPJS itu adalah bagian Komisi IV”, Ujarnya lagi.***