Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

SYAIFUL ARDI

Wakil Ketua DPRD

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Batu Gadang, 19-03-1979
Agama :
ISLAM
Jenis Kelamin :
L
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
Era Susanti
Jumlah Anak :
3 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi PAN
Daerah Pemilihan :
MANDAU

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Jabatan :

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. SD (1992)
2. SMP  (1995)
3. Paket C (2010)

Riwayat Pekerjaan

1.    Pemilik Showroom Gevia Mobilindo
2.    Anggota DPRD Bengkalis (2014-2015)

Riwayat Organisasi

1.     Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Bengkalis
2.    Ketua GEMPAR’S Kecamatan Mandau

Biografi

Syaiful Ardi merupakan anggota DPRD Bengkalis asal pemilihan Mandau. Saat ini tercatat sebagai wakil ketua Komisi I yang membidangi masalah pemerintahan meliputi ketertiban dan keamanan, komunikasi dan hukum dan perundang-undangan, kepegawaian dan aparatur. Kemudian perizinan, sosial politik, organisasi masyarakat, hubungan luar negeri dan pertanahan, catatan sipil, kependudukan dan ketenagakerjaan, perhubungan dan informatika. Karier politik Syaiful Ardi dimulai ketika dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Ketika Pemilu Legislatif 2014, dirinya mencoba untuk maju sebagai wakil rakyat. Dengan niat ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat, Syaiful Ardi memantapkan hati maju dari daerah pemilihan Mandau (Bengkalis 4). Sebagai catatan, daerah pemilihan Bengkalis 4 ini merupakan Dapil dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi karena banyak calon incumbent ikut dalam bursa Pemilu Legislatif. Namun, bukan Syaiful Ardi namanya kalau tingginya persaingan membuat ia patah arang. Dirinya optimis, dengan dukungan masyarakat dan doa dari orang tua serta keluarga, akan bisa mengantarkan dirinya menuju kursi DPRD Bengkalis. “Alhamdulillah, saya berhasil duduk sebagai anggota dewan dengan perolehan 1.504 suara,” ujarnya mengawali pembicaraan. Bagaimana ceritanya hingga suami dari Era Susanti ini bisa mengumpulkan suara sebanyak itu? Menurut penuturan Syaiful Ardi, dari jalur politik, memang dirinya baru benar-benar aktif 2 tahun terakhir sebelum pemilihan. Namun, jauh sebelum itu, dirinya merupakan orang yang gemar terlibat dengan kegiatan-kegiatan sosial. Bahkan, karena kegemarannya itu, ia dipercaya untuk menduduki posisi ketua GEMPAR’S Kecamatan Mandau. GEMPAR’S merupakan singkatan dari Gerakan Muda Pariaman, yaitu wadah berkumpulnya pemuda-pemuda Pariaman di rantau. Menurut Syaiful Ardi, selama ini ada imej kalau pemuda-pemuda Pariaman di rantau selalu kurang baik. Dilatarbelakangi imej tersebut, dirinya bertekad, melalui organisasi GEMPAR’S, keberadaan-keberadaangenerasi muda Pariman justru menjadi kekuatan yang positif untuk membangun negeri, khususnya Kabupaten Bengkalis. “GEMPAR’S selalu mengikuti kegiatan-kegiatan sosial baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Selaku ketua, saya berupaya mengarahkan para generasi muda Pariaman untuk selalu menebar kebaikan, sekecil apapun itu,” katanya.                 Dengan berbagai aktivitas yang positif selama di organisasi, ketika musim pemilihan anggota legislatif, sejumlah tokoh masyarakat menginginkan dirinya untuk ikut mencalonkan diri. Terhadap keinginan tersebut, Syaiful Ardi tidak langsung mengiyakan, melainkan mendiskusikan dengan keluarga besar, termasuk istri.             “Dukungan itu benar-benar terbukti mengantarkan saya menjadi anggota dewan. Percaya atau tidak, di kampung saya, 80 persen suara memilih saya. Padahal saat Pemilu Legislatif, di kampung saya itu bukan hanya saya, masih ada dua orang calon lagi yang sama-sama bersaing. Ini merupakan bukti bahwa kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang kita lakukan membekas di hati mereka,” ujar Syaiful Ardi. Prinsip Hidup                 Ayah tiga anak ini mengaku, dalam hidup ia memiliki prinsip jangan pernah berhenti berbuat baik. Prinsip tersebut ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kapasitasnya sebagai masyarakat biasa, maupun dalam organisasi dan pekerjaan. “Kalau soal kerja jangan ditanya, saya termasuk pekerja keras. Dulu saya pernah buka usaha sawmill sebelum kemudian membuka usaha showroom mobil. Saya selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.             Prinsip hidup untuk selalu berusaha berbuat baik ia terapkan ketika menjadi anggota DPRD Bengkalis. Dirinya yakin, Allah SWT mentakdirkan dirinya sebagai wakil rakyat bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah bagaimana dengan posisinya itu, ia bisa melakukan yang lebih lagi untuk membantu masyarakat. Karena itu, dirinya bertekad untuk bisa membantu masyarakat sebanyak mungkin. Berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, akan berusaha ia carikan solusinya. Kalau itu berhubungan langsung dengan Komisi I, dimana dia duduk sebagai Wakil Ketua, maka akan langsung ditangani oleh Komisi I. Namun, kalau itu berhubungan dengan komisi lain, maka ia akan berkoordinasi dengan komisi lain agar dibantu aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada dirinya.                 Khusus Komisi I, menurut Syaiful Ardi, ada dua kegiatan yang dilakukan. Pertama, yang bersifat rutin berhubungan dengan mitra kerja adalah koordinasi terkait dengan rencana kegiatan dan realisasi anggaran. Komisi I akan menggelar hearing dengan mitra kerja untuk mendapatkan gambaran secara rinci program kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan serta bagaimana output dari program kegiatan tersebut.             “Kemudian, ketika APBD sudah disahkan kita kembali menggelar hearing dengan mitra kerja. Ini kita lakukan untuk mendapatkan gambaran secara detail sudah sejauhmana realisasi dari program kegiatan yang sudah disahkan di APBD. Kalau ada persoalan yang muncul apa penyebabnya dan apa solusinya,“ ujarnya seraya menambahkan, hearing dengan mitra kerja terkait dengan fungsi anggaran dan pengawasan sudah menjadi agenda rutin, baik karena ada pengaduan maupun tidak. Selain agenda-agenda kegiatan yang sifatnya rutin, dirinya juga bersama anggota Komisi I DPRD Bengkalis lainnya melaksanakan kegiatan yang sifatnya insidentil atau kasuistis. Pengaduan dari masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terkait dengan Komisi I, antara lain persoalan konflik lahan baik antara masyarakat dengan perusahaan maupun antara masyarakat dengan Pemerintah. Kemudian persoalan ketenagakerjaan, khususnya hubungan antara buruh dengan perusahaan. Konflik lahan menurut Syaiful Ardi, terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah kurang telitinya kepala desa dalam mengeluarkan surat jual beli tanah. Persoalan konflik lahan ini mungkin tidak menimbulkan dampak yang besar kalau lahan yang dipersoalkan tidak begitu luas dan terjadi antar masyarakat. Namun, lain ceritanya kalau konflik lahan terjadi antara masyarakat dengan perusahaan. Untuk itu, sebelum terjadi, dirinya berharap kepada aparat pemerintahan desa jangan asal mengeluarkan surat jual beli tanah tanpa melakukan kajian terlebih dahulu. Sedangkan untuk persoalan ketenagakerajaan, khususnya hubungan antara buruh dengan perusahaan, perlu ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Selama ini ia menilai, konflik buruh terjadi lantaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bengkalis tidak berfungsi secara optimal. SKPD yang seharusnya menjadi mediator justru lebih banyak berpihak kepada perusahaan. Akibatnya, persoalan ketenagakerjaan terus terjadi. “Peran Kadisnaker saya kira sangat penting dalam persoalan ketenagakerjaan ini. Selagi Kadisnya tidakbisa bertindak tegas kepada perusahaan, maka selagi itulah persoalan tidak akan selesai,” katanya. Terkait dengan pembangunan, dari sisi penganggaran ia menilai sudah cukup bagus. Artinya, antara legislatif dan eksekutif sudah ada kesepahamaan terkait program-program kegiatan apa saja yang perlu dilaksanakan. Begitupun pengesahan APBD sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Persoalannya adalah dari sisi realisasi yang dinilai kurang memuaskan. Dirinya tidak tahu pasti mengapa hal ini bisa terjadi dan menjadi kewenangan dari Komisi II untuk menindaklanjuti. “Ini gawenya Komisi II, saya harap persoalan keterlambatan pelaksanaan kegiatan tidak terjadi lagi. Karena semakin cepat terealisasi maka semakin cepat pula masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Syaiful Ardi. ***