Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

dr. MORISON BATIONG SIHITE

Anggota

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Tanjung Balai Karimun, 12-05-1968
Agama :
KRISTEN PROTESTAN
Jenis Kelamin :
L
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
LISBETH RIANA SUZIANA SIALLANGAN
Jumlah Anak :
3 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi Suara Rakyat
Daerah Pemilihan :
BENGKALIS

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Komisi IV
Jabatan :
Anggota

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :
Badan Musyawarah (Anggota)

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. SDN Yayasan Bhakti Tugas Meral (1975-1981)
2. SMPN 01 Meral (1981-1984)
3. SMAN 01 Tj. Balai karimun (1984-1987)
4. Sarjana Kedokteran Universitas Tarumanegara (1987-1995)

Riwayat Pekerjaan

1. Salesman di PT. Wikrama Waskito Jakarta (1987)
2. Marketing (Medical Representative) Perusahaan Farmasi
3. PT. Bristol Myers Sqwib (PMA Amerika) (1990-1992)
4. Manager Marketing Perusahaan Farmasi PT. Brisbol Myers Sqwib (PMA Amerika (1992-1994)
5. Tenaga Husus Kesehatan di Provinsi Timor -Timur (1999)
6. Dokter PTT Puskesmas Bengkalis (2001-2002)
7. Dokter Umum RSUD Bengkalis (2003)
8. Kepala Puskesmas Bengkalis (2003-2005)

Riwayat Organisasi

1. Wakil Bendahara Partai Demokrat Kab. Bengkalis (2010-2015)
2. Sekjen Partai Demokrat Kab. Bengkalis (2018-Sekarang)
3. Ketua Bidang Humas IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kab. Bengkalis

Biografi

Sosok dokter yang satu ini sangat akrab dan dikenal oleh masyarakat Bengkalis. Bahkan, Tempat prakteknya yang berlokasi di depan kantor Bupati Bengkalis tak pernah sepi dikunjungi pasien yang ingin berobat. Dengan pribadi yang ramah, murah senyum, pria yang akrab disapa dr. Moris ini taklah diragukan kemampuannya sebagai seorang dokter. Bernama lengkap Morison Bationg Sihite, pria kelahiran Tanjung Balai Karimun tersebut merupakan salah satu anggota DPRD yang berprofesi dokter.

Menyibak kembali ke belakang, Untuk sampai ke titik ini bukanlah hal yang mudah dan butuh perjuangan keras bagi beliau. Demi mewujudkan cita-citanya sebagai seorang dokter ia rela jauh merantau habiskan masa kuliahnya di salah satu Universitas kedokteran di Jakarta di Universitas Tarumanegara Jakarta. Ulet dan pekerja keras adalah kata yang pantas disematkan untuk ayah dari tiga orang anak ini, bertekad lulus menjadi dokter, ia tidak pernah menggantungkan diri kepada keluarga dalam urusan biaya.

Berbagai pekerjaan sampingan beliau lakoni demi mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari kala itu. Walau di dalam prosesnya ia sempat cuti beberapa semester karena terkendala biaya, tetapi dengan tekad dan kerja keras akhirnya ia mampu lulus dengan nilai yang memuaskan sebagai sarjana kedokteran. Dan itu menjadi pencapaian awal yang sangat membanggakan bagi dirinya dan keluarga. Dari sana dr. Moris kemudian merintis karir selangkah demi selangkah menuju anak tangga karir kehidupannya. Sederet pekerjaan pernah ia lakoni, sebut saja misalnya Salesman di PT. Wirakrama Waskito Jakarta, kemudian menjadi tenaga Marketing (Medical Representative) di sebuah perusahan farmasi PT. Bristol Myers Sqwib (PMA Amerika).

Dua tahun menjabat menjadi tenaga marketing ia kemudian naik pangkat menjadi Manajer di perusahaan yang sama. Segudang pengalaman di bidang kesehatan pun telah ia miliki. Berkat kemampuan yang mumpuni dirinya pernah ditugaskan secara khusus sebagai tenaga kesehatan di Timor-Timur yang sekarang bernama Timor Leste tahun 1999 lalu. Pengalaman ini adalah salah satu pengalaman yang paling berkesan dan membanggakan selama karirnya sebagai seorang dokter, karena pada masa itu ia bisa membawa nama Indonesia ketika jajak pendapat disana.

Pengalaman lain sebagai dokter juga pernah dilakoninya, mulai dari menjadi dokter PPT hingga menjadi kepala puskesmas di Bengkalis. Dari profesi ini tak hanya kenyang makan asam garam di dunia kedokteran, tapi juga kehidupan bermasyarakat. Tak sedikit orang yang ia temui dari berbagai kalangan di masyarakat. Keluhan-keluhan pun sering ia dengar khususnya masalah kesehatan di Bengkalis.

Terjun ke Politik
Dari kegelisahan yang diterimanya, dr. Moris akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kaki ke dunia politik sekaligus mencalonkan diri menjadi wakil rakyat demi menyampaikan aspirasi-aspirasi tersebut. Dinaungi partai sebesar Demokrat membuatnya semakin termotivasi dan yakin untuk memberikan yang terbaik untuk daerahnya yang masih banyak persoalan terutama mengenai kesehatan, infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sarana Pendidikan, dan lain-lain yang masih harus terus dibenahi, terbukti ia berhasil menjadi wakil rakyat pada pemilihan anggota legislatif kab. Bengkalis periode 2014 -2019.

Sepak terjang ayah tiga orang anak ini telah diakui oleh masyarakat. Sosoknya yang tegas dengan ciri khas bicaranya yang ceplas-ceplos ini kembali mengantarnya menjadi wakil Rakyat di periode 2019 -2024. Ia tak pernah lelah menyambut aspirasi-aspirasi baik dari hearing-hearing yang diadakan dikantor DPRD maupun secara langsung “jemput bola” ke lapangan. Masalah medis maupun kesehatan seakan sudah menjadi sarapan paginya karena bidang tersebut sangat ia kuasai, maka tak heran di periode kedua ia menjadi wakil rakyat dia dipercaya berada di komisi IV yang salah satunya mengurusi masalah kesehatan. Bicara tentang kedekatannya dengan masyarakat, sering sekali ia mendapat keluhan dari masyarakat saat menjemput aspirasi ke daerah-daerah.

Misalnya terkait biaya kesehatan bagi kalangan tidak mampu. Dengan kondisi yang sudah menjepit ditambah lagi biaya perobatan yang mahal membuat kehidupan mereka semakin terjepit. “Masalah kesehatan sudah bidang saya, dan saya tahu persis karena saya cukup menguasai di dalam bidang medis. Sudah menjadi program pemerintah dalam memberikan pelayanan prima untuk kesehatan masyarakat. Artinya, untuk kesehatan masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada BPJS kesehatan. Saya disini akan terus berada didepan dan siap membantu masyarakat”, Ujarnya. Di berbagai kesempatan tatap muka dengan warga di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, banyak sekali keprihatinan yang membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat. dari infrastruktur jalan yang tidak memadai, sarana-sarana Pendidikan yang kurang, pelayanan kesehatan yang masih belum terjangkau ke pelosok, dan lainnya menjadi PR baginya dan rekan-rekan anggota DPRD yang lain untuk segera diselesaikan. Dengan begitu, semua aspirasi dari masyarakat beliau tampung dan dibahas bersama dengan rekan-rekan di dewan dan pihak eksekutif untuk dicarikan solusi. Dari aspirasi tersebut akan dipilih manakah yang bersifat prioritas dan bisa diperjuangkan demi kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. **