Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

NANANG HARYANTO, SH

Anggota

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Bengkalis, 06-01-1974
Agama :
ISLAM
Jenis Kelamin :
L
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
Alet Safriyani
Jumlah Anak :
3 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi Suara Rakyat
Daerah Pemilihan :
MANDAU

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Komisi I
Jabatan :
Sekretaris

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :
Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Anggota)

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. SMP 1 Bengkalis (1987-1990)
2. SMA 1 Bengkalis (1990-1993)
3. S1 Sarjana Hukum Universitas Lancang kuning Pekanbaru (Tamat tahun 2012) 

Riwayat Pekerjaan

1. PT. Indah Kiat (1994-1996)
2. Wiraswasta (1996-2009)
3. 
Anggota DPRD Bengkalis (2014-2019) 
4. Anggota DPRD Bengkalis (2019-2024) 

Riwayat Organisasi

1. Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat Kec. Mandau (2005-2008)
2. Ketua DPC Partai Demokrat Kec. Mandau (2008-2012)
3. Sekretaris DPC Partai Demokrat Kab. Bengkalis (2012-2018)
4. Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kab. Bengkalis (2018)
5. Ketua PMI Kec. Mandau (2011-2014)
6. Sekretaris KJR Kec. Mandau (2011-2013) 

Biografi

Pria yang lahir di Bengkalis, 06 Januari 1974 ini mengaku terjun ke dunia politik didasari dari keinginannya yang kuat untuk bisa mengabdi kepada masyarakat. Ia menaruh perhatian besar terhadap kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek pembangunan. Dengan bergabungnya ia ke dalam partai politik dan menjadi wakil rakyat, politisi Partai Demokrat ini merasa bisa lebih leluasa untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Apalagi kondisi di Bengkalis sekarang masih banyak daerah yang belum tersentuh oleh pembangunan yang baik.
Sebut saja misalnya masih banyak jalan-jalan poros yang rusak dan perlu peningkatan, tidak meratanya sarana Pendidikan, begitu pula dengan fasilitas kesehatan yang harus lebih diperhatikan, dan masih banyak lagi lainnya. Dirinya berkomitmen untuk terus mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran untuk sarana infrastrukstur yang belum menyentuh masyarakat. Menyinggung soal politik, Nanang tidak ingin adanya stigma Negative dari masyarakat terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan politik. Karena dewasa ini, masyarakat masih banyak yang seakan-akan “Alergi” terhadap perkembangan politik saat ini.

Mayoritas masyarakat mengartikan politik sebagai segala cara untuk memperoleh kekuasaan, padahal sebenarnya politik harusnya dimaknai sebagai upaya untuk membangun pondasi bermasyarakat maupun bernegara di bumi tercinta Indonesia ini. Baginya politik adalah penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat, bahkan politik sudah ada sejak zaman rasulullah.

Dekat dengan Masyarakat
Wakil rakyat yang saat ini merupakan Sekretaris Komisi I bidang Pemerintahan ini adalah sosok yang cukup dikagumi oleh masyarakat, karena dimata masyarakat ia adalah pria yang santun dan ramah. Ia selalu peduli serta cepat tanggap terhadap segala permasalahan yang ada dimasyarakat. Bahkan di setiap kesempatan ia bertemu langsung dengan masyarakat untuk menggapai berbagai macam aspirasi dan keluhan dengan memanfaatkan waktu reses, selalu saja ramai diikuti oleh masyarakat. Ini jelas menandakan, masyarakat sangat dekat dengan anggota dewan yang satu ini.

Oleh karena sudah merasa dekat itulah, warga pun tidak sungkan membagikan segala uneg-uneg serta berbagai permasalahan yang ada dilingkungan mereka kepada anggota dewan yang rajin turun ke lapangan ini. Segala persoalan baik itu masukan, saran dan pendapat yang berkaitan dengan pendidikan, infrastruktur dan kesehatan disampaikan oleh warga, termasuk KK dan KTP yang menjadi hambatan bagi warga. Mengenai persoalan jalan yang rusak, pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka, masalah Pendidikan persoalan BPJS dan lain sebagainya ia tampung dan tanggapi dengan serius. Aspirasi-aspirasi yang bersifat prioritas akan ia perjuangkan bersama rekan-rekannya di Komisi untuk bisa dianggarkan dananya. Karena itu telah menjadi tugas dan fungsi dari wakil rakyat, yakni fungsi anggaran, fungsi legislasi dan fungsi pengawasan.

Selain itu sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Mandau, ia menyadari bahwa persoalan-persoalan yang ada di lapangan tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Butuh waktu dan usaha keras untuk mewujudkan segala tujuan yang ada. Untuk mengakomodir semua aspirasi yang ada antara legislatif dan eksekutif harus bisa Satu Suara. Sinkronisasi sangatlah penting antara keduanya, jangan sampai lagi terjadi ketimpangan dimana kegiatan yang direalisasikan tidak sesuai dengan apa yang diusulkan di dewan. Jangan sampai masyarakat berpikir dana yang dikeluarkan justru dianggap mubazir karena tidak tepat sasaran. Untuk itulah gunanya skala prioritas.

Kedepannya ia menginginkan pemerintah lebih baik lagi dalam hal memilih usulan-usulan yang menjadi prioritas tersebut, baik di Mandau maupun di daerah lainnya. Di matanya, sebagai wakil rakyat yang langsung dipilih dan dipercaya oleh rakyat untuk memperjuangkan daerah mereka, peran selaku anggota dewan tidaklah semata-mata hanya menampung aspirasi-aspirasi yang ada, tetapi juga harus turun langsung kelapangan untuk melihat yang sebenarnya terjadi dimasyarakat dan diperjuangkan. Menjadi wakil rakyat berarti harus memberi manfaat kepada masyarakat dan harus mempu mengemban dan melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

Humanisasi PKL Duri
Keberadaan pasar-pasar tradisional di Indonesia, banyak di identik dengan pedagang kaki lima yang disebut PKL, termasuk di Duri, mereka biasanya berjualan didepan Ruko tepat nya ditepi jalan, tidak heran kalau trotoar dan pinggiran jalan habis dipakai untuk berdagang. “Kondisi saat ini Para PKL disuruh pindah tetap tidak mau, lebih baik mereka ini diurus dengan baik, diberi ruang berjualan tapi harus, mengacu kepada kesepakatan bersama yang dibuat seluruh pihak terkait, serta parkir dijalan hanya dibolehkan satu lapis saja, apa bila penuh silakan memakai parkir yang sudah disediakan dijalan Al hamra,” tarang Politisi Partai Demokrat itu. Ditambahkan nanang apa yang telah disampaikan ini masih sebatas pandangan, melihat kondisi pasar yang semberaut, tapi dia punya keinginan membawa gagasan ini ke Pihak PKL, warga pasar duri, Upika mandau dan dinas terkait, dari pada dibiarkan semberaut seperti ini, lebih baik ditata dengan baik, dan jika ada yang berkaitan dengan restribusi PKL dan sebagainya harus dibuat sesuai regulasi, jadi kita fokus kepada penataan bukan Penertiban.

Nanang sangat mengenal karakteristik warga Pasar Duri miris melihat pasar kebanggaan warga Duri tersebut masih amburadul, tidak dikelola semestinya. “Pagar pembatas jalan yang kini rusak tampak dibiarkan begitu saja. Jembatan penyeberangan orang juga tidak difungsikan. Begitu pula dengan Pasar Mandau Raya yang masih banyak kosong. Memang ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, namun semua pihak harus bersama-sama memikirkan dan action mewujudkan pasar Duri yang rapi dan nyaman,” katanya. Beliau berencana dalam beberapa waktu ke depan akan bergerak ke lapangan menjumpai pihak-pihak terkait. Harapannya ide ini dapat diterima semua pihak. Jikapun ada ide lain yang lebih baik ia siap mendukung. “Jangan ada bahasa-bahasa pencitraanlah dari orang-orang yang tak ingin maju. Karena tugas dewan memang memikirkan kepentingan orang banyak, mengawal aspirasi hingga di eksekusi pemerintah. Apabila kita ikhlas berbuat Insya Allah tak ada yang tak bisa diselesaikan,” pungkasnya.