Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

Drs. ELMAN

Anggota

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Bengkalis, 04-05-1966
Agama :
ISLAM
Jenis Kelamin :
L
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
LAILATUL NIZAM
Jumlah Anak :
3 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi Partai Gerindra
Daerah Pemilihan :
SIAK KECIL

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Komisi IV
Jabatan :
Anggota

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :
Badan Anggaran (Anggota)

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. SD (1980)
2. SMP (1983)
3. SMAN Pekanbaru (1986)
4. Universitas Riau (1991)

Riwayat Pekerjaan

1. Sekretaris Desa Lubuk Gaung
2. Kepala Desa Lubuk Garam  (2004-2009)
3. Kepala Desa Lubuk Garam  (2009-2015)
4. Anggota DPRD Kab.Bengkalis (2019-2024)

Riwayat Organisasi


Biografi

Politikus kelahiran Bengkalis, 04 mei 1966 ini menjadikan Partai Gerindra sebagai perahu dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dengan kemampuannya di dunia politik ia dipercaya untuk menjabat sebagai seorang anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dan memegang Dapil II (Dua). Drs. Elman dapat duduk di kursi terhormat DPRD sebagai anggota Legislatif berkat aspirasi masyarakat.

Ayah dari 3 orang anak ini juga memandang selama ini belum semua masyarakat menikmati hasil pembangunan terutama daerah-daerah pedesaan yang terpencil. Padahal pembangunan harus dilakukan secara merata sesuai asas manfaat. Motivasi berjuang untuk rakyat kecil ini mucul sebelum ia terjun ke duina politik. Kemudian pada akhirnya, setelah di dukung rakyat, Drs. Elman bisa duduk menjadi anggota dewan. Dalam menjalankan tugas sebagai seorang anggota dewan ia tidak hanya berdiam diri menampung aspirasi masyarakat di kantor tetapi beliau juga turun ke lapangan bertemu langsung dengan masyarakat di daerah untuk mendengar segala keluh kesah masyarakat yang akan ditindaklanjuti dan diteruskan ke pihak eksekutif.

Selain itu beliau juga aktif dalam setiap pertemuan bersama OPD terkait dalam menyelesaikan masalah serta juga melakukan konsultasi ke berbagai daerah demi menemukan titik terang atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sebagai orang yang dipercaya untuk duduk di lembaga legislatif, beliau akan berjuang untuk masyarakat dalam membuat kebijakan-kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan daerah dan mensejahterakan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, dan budaya.

Duduk sebagai anggota di Komisi IV yang membidangi masalah kesejahteraan sosial dan Sumber daya manusia, ia bersama anggota Komisi IV lainnya juga mengatasi berbagai macam masalah salah satunya adalah masalah pendidikan. Menurut Drs. Elman pendidikan sangatlah penting dan harus diperjuangkan demi kepentingan rakyat. Melihat pada pembangunan sekolah yang sudah tidak layak dipakai lagi, sebagai seorang yang dipercaya duduk di legislatif, ia akan memperjuangkan pembangunan sekolah baru untuk kenyamanan anak-anak yang menimba ilmu demi masa depan yang cerah.

Selain itu, suami dari Lailatul Nizam ini juga merasa perhatian di sektor pendidikan dengan memperjuangkan tingkat kesejahteraan guru, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga honorer karena seorang guru adalah orang yang mendidik generasi-generasi unggul untuk kemajuan suatu daerah. Begitulah besarnya perjuangan seorang guru yang sudah susah payah mendidik anak-anak kita dari tidak tahu apa-apa menjadi orang yang sukses. Disamping itu juga ia menambahkan, bahwa gaji seorang guru harus diperjuangkan supaya mendapat gaji insentif, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil maupun honorer. Demi memperjuangkan kesejahteraan guru, sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis akan melakukan langkah yang maksimal untuk memperjuangkan sertifkasi guru bagi guru yang sudah memenuhi syarat.

Dengan bimbingan guru yang memenuhi kualifkasi bisa menciptakan SDM Kabupaten Bengkalis yang baik. Seperti yang kita dengar bahwa kota Bengkalis akan dijadikan kota pendidikan maka seharusnya semua fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan dan pembangunan sekolah harus maksimal sesuai dengan standart pendidikan. Dimana pembangunan pendidikan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana belajar mengajar jangan hanya diprioritaskan di perkotaan saja tetapi di pedesaan terpencil juga harus dibangun sekolah-sekolah dan kualitas guru yang ada di sekolah tersebut. ***