Terwujudnya Kabupaten Bengkalis Sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia
me

IRMI SYAKIP ARSALAN, S.Sos

Anggota

Data Personal


Tempat/Tgl Lahir :
Meskom, 02-07-1981
Agama :
ISLAM
Jenis Kelamin :
L
Status Perkawinan :
KAWIN

Keluarga


Nama Istri/Suami :
Roslinda, SH.I
Jumlah Anak :
2 Anak

Fraksi & Daerah Pemilihan


Fraksi :
Fraksi Kebangkitan Bintang Indonesia
Daerah Pemilihan :
BENGKALIS

Posisi di Komisi


Nama Komisi :
Komisi IV
Jabatan :
Sekretaris

Posisi di Badan Kelengkapan


Nama Badan :

Jabatan di Badan Publik


Jabatan :

Jabatan di Komisi Publik


Jabatan :

Riwayat Pendidikan


1. SDN 023 Desa Meskom (1988-1994)                                                           
2. SMPN 8 Pangkalan batang (1994-1997)
                                                          
3. MAN bengkalis (1997-2000)
                                                          
4. S-1 Fisipol USU – medan (2000-2005)

Riwayat Pekerjaan

1.    Konsultan                                                           
2.    Dosen Politeknik negeri Bengkalis
                                                          
3.    Anggota DPRD Bengkalis (2014-2019)
                                                           

Riwayat Organisasi

1.    Ketua IPNU Cabang Kota Pekanbaru (2004-2006)                                                           
2.    Ketua HMI Cabang Pekanbaru (2004-2005)
                                                            
3.    Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan bengkalis (IPMKB)(2003-2005)
                                            
4.    Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) (2003-2005)
5.    Pengurus ICMI Kabupaten Bengkalis                                                           
6.    Wakil Ketua KNPI Kabaupaten bengkalis (2010-2013)
                                                          
7.    Wakil Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan LAMR Kabupaten Bengkalis (2013-2018)
8.    Pengurus PBVSI Kabupaten Bengkalis (2010-2015)                                                           
9.    Wakil Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa kabupaten Bengkalis (2010-2015)
10.  Wakil ketua 1 HIPMI Kabupaten bengkalis (2014-2017)

Biografi

Namanya cukup membumi di Pulau Bengkalis, meskipun belum duduk sebagai anggota DPRD Bengkalis. Sebelum memangku amanah di dewan, sosok dan pribadinya memang sudah mulai dikenal luas berbagai kalangan masyarakat, khususnya di kalangan pemuda atau organisasi sebangsanya.
                  Pria bertubuh mungil dan lincah tersebut adalah seorang pegiat organisasi sejak dari kampus semasa kuliah hingga sudah menjadi wakil rakyatpun, ia masih setia memberikan bakti kepada organisasi di Bengkalis. Saat ini, sosok yang dikenal cukup ramah tersebut menjabat Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkalis periode 2015-2018, pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Karang Taruna dan berbagai organisasi kepemudaan lainnya.
                  Irmi Syakip Arsalan, SSos namanya lengkapnya. Ia dilahirkan 26 Juli 1981 di Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, tempat dimana ia dibesarkan sebelum menimba ilmu ke Pekanbaru dan Kota Medan, Sumatera Utara. Mengawali pendidikan formal di SDN 023 Desa Meskom tahun 1991, SLTPN 8 Desa Pangkalan Batang tahun 1997, MAN Bengkalis tahun 2000 dan menyelesaikan S1 pada jurusan ilmu Administrasi Negara Fisipol Universitas Sumatera Utara (USU) Medan tahun 2005.
                  Sebelumnya Irmi Syakip sempat menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuludin UIN Suksa Riau Pekanbaru. Akan tetapi dalam perjalanannya terjadi kerjasama antara UIN Suska Riau Pekanbaru dan USU Medan. Hingga kemudian mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau Pekanbaru berstatus menjadi mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fisipol USU Medan.
                  Dikisahkan pria yang akrab disapa Ikip ini, semasa kecil hingga kelas 2 SLTP, kesehariannya selalu dekat dengan sosok seorang atok (kakek) yang merupakan tokoh agama atau imam masjid di Desa Meskom. Saat usianya 15 tahun, sang kakek meninggal dunia. Dari tangan beliaulah ia banyak mendapat didikan, pelajaran atau nasihat tentang nilai-nilai kejujuran, keteguhan dan semangat perjuangan untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan. Sehingga semua pelajaran tersebut sangat bernilai dan memberikan inspirasi dalam menjalani proses kehidupan.
                  “Bagi saya itulah pondasi awal terbentuknya karakter kepribadian saya. Saya ditempa oleh Atok di desa yang jauh dari kota sehingga banyak pelajaran tentang hidup dan kehidupan yang didapat ketika itu, sekaligus bekal bagi saya dalam mengarungi kehidupan selanjutnya,” ungkap Ikip.
                  Ia menceritakan, ketika mahasiswa sudah terlibat aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan diantaranya Badan Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Ushuludin (saat ini disebut dengan BEM Fakultas) tahun 2004-2005, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ushuludin, Himpunan Mahasiswa Islam MPO Kota Pekanbaru 2004-2005, IPNU Kota Pekanbaru 2004-2006, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bengkalis (Inperalis) Pekanbaru 2003-2005, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) Pekanbaru 2003- 2005.
                   Sebelum menjadi anggota DPRD Bengkalis, ia juga sudah aktif di berbagai organisasi di antaranya Wakil ketua KNPI Kabupaten Bengkalis periode 2010-2013, Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Bengkalis, Pengurus Karang Taruna Kabupaten Bengkalis (2009-2014), pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bengkalis dan wakil sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak 2015-2020.
                  “Selain bergabung di berbagai organisasi, saya juga pernah terlibat di dunia konsultan jasa non konstruksi (kajian) dan juga pernah menjadi dosen luar biasa di Politeknik Negeri Bengkalis pada tahun 2012- 2013,’’ sebut Ikip sekelumit tentang perjalanan hidupnya.

Tantangan
                 
Disinggung tentang perannya sebagai wakil rakyat, diakuinya bahwa dewasa ini sebagian besar masyarakat mulai mengalami krisis kepercayaan terhadap anggota DPRD. Namun hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi dirinya, untuk dapat menjalankan peran dan fungsi DPRD dengan sebaik-baiknya. Baginya perjuangan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat merupakan esensi dari kehadiran seorang politisi sehingga kehadiran DPRD dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
                  “Sangat tidak arif jika kita larut dalam asumsi bahwa politik sesuatu yang dipersepsikan kotor atau sesuatu yang negatif. Karena suka maupun tidak suka dalam konteks kebijakan pembangunan, sentuhan dan peran serta politik tidak bisa dielakkan, karena kita menganut azas demokrasi perwakilan,’’ terang Ikip diplomatis. Politik dalam perspektifnya dapat berimplikasi baik maupun buruk. Hal ini tentunya tergantung kepada seorang politisi yang memainkan peran dan fungsinya. Pemahaman konsep tersebut tentunya jika seorang politisi dapat menghadirkan kebaikan-kebaikan bagi hajat hidup orang banyak, atau dalam artian lain melahirkan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi bagi kepentingan masyarakat.
                  Selanjutnya, berjuang demi kemaslahatan masyarakat merupakan cita-cita yang mesti dijalankan oleh seorang wakil rakyat, di samping merupakan kewajiban yang diamanatkan oleh undang-undang. Akan tetapi juga suatu kewajiban moral yang mesti diperjuangkan. Karena politisi hadir sebagai representasi dari suara-suara masyarakat.
                  “Masuknya saya ke dunia politik dilandasi oleh semangat untuk mewakili kepentingan masyarakat di pedesaan. Karena saat ini masih banyak suara-suara masyarakat di pedesaan yang belum tersalurkan dalam kebijakan pembangunan daerah. Kesimpulannya, bahwa DPRD sebagai bagian dari institusi pemerintah yang menjadi pejuang dalam menyerap dan menyuarakan aspirasi masyarakat, demi terwujudnya pembangunan yang berbasis kepada kebutuhan masyarakat. Harapan ini tentunya dapat kita wujudkan bersama-sama, jika semua elemen bersinergi dengan memiliki tekad dan spirit yang sama dalam perjuangan ini,” ujarnya seraya mengajak masyarakat berperan serta.
                  Saat ini, Irmi Syakip merupakan salah satu anggota DPRD Bengkalis dari daerah pemilihan Bengkalis- Bantan. Ia duduk di Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kepemudaan, olahraga hingga pariwisata dan budaya. Di lembaga wakil rakyat tersebut ia tergabung dalam Fraksi Gabungan Persatuan Nurani Bangsa.
                  Setelah menjejakkan kaki di parlemen, kiprahnya sebagai seorang pegiat organisasi khususnya pemuda, tidak lantas berhenti. Di awal tahun 2015, Ikip maju dan menang secara aklamasi sebagai ketua DPD KNPI Kabupaten Bengkalis periode 2015-2018, setelah sebelumnya ia menjabat unsur wakil ketua. Otomatis kesibukannyapun terbagi sebagai wakil rakyat dan seorang organisatoris.
                  “Apapun yang kita lakukan, semuanya terpulang kepada diri sendiri. Meski saya menjadi anggota DPRD, tidak lantas membuat kegiatan saya di sejumlah organisasi ikut padam. Karena saya masih menyimpan obsesi menjadikan pemuda di Negeri Junjungan ini berdayaguna dan berperan serta lewat KNPI, HIPMI dan Karang Taruna maupun organisasi lainnya,” jawab Ikip tentang sejumlah jabatan di organisasi yang diembannya.
                  Di bidang organisasi kepemudaan, sosoknya sudah dikenal jauh hari sebagai seorang organisatoris yang andal, sehingga tidak salah jabatan bergengsi ketua DPD KNPI kabupaten Bengkalis dipegangnya. Berbagai program digulirkannya di KNPI, mulai dari KNPI Goes To School, KNPI Goes To Village serta sejumlah pelatihan dan seminar untuk menambah wawasan menjadi program andalannya di KNPI.
                  Hal itu tentu saja tidak terlepas dari kedudukannya sebagai anggota DPRD yang berada di Komisi IV, yang juga membidangi masalah pemuda. Sehingga antara organisasi pemuda yang dinahkodainya dengan tugasnya sebagai legislator menjadi sejalan, bisa saling mengisi dalam mengerakkan roda organisasi. “Semuanya tergantung bagaimana kita mensinergikan satu sama lain, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Karena dalam kontek bernegara, pemuda adalah generasi emas yang akan meneruskan cita-cita perjuangan bangsa ini. Di tangan pemudalah nasib bangsa ini dipertaruhkan,” tutup Ikip. ***