Teks foto: Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Bengkalis–Bantan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bantan Tahun Perencanaan 2027

Bantan, Humas DPRD — Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkalis–Bantan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bantan Tahun Perencanaan 2027, Selasa (27/1/2026), bertempat di Aula Pertemuan Kantor Camat Bantan.

Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Muhammad Isa (Partai PAN), Bobi Kurniawan, S.Sos., M.Si. (Partai Demokrat), serta Fakhtiar Qadri, S.Sos., M.AP. (Partai Golkar).

Musrenbang Kecamatan Bantan secara resmi dibuka oleh Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Syafri. Dalam sambutannya, Johansyah menyampaikan bahwa Musrenbang kecamatan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat desa dengan prioritas pembangunan daerah.

“Musrenbang Kecamatan Bantan merupakan langkah strategis dalam perencanaan pembangunan daerah yang bertujuan menyelaraskan aspirasi masyarakat desa dengan prioritas pembangunan daerah. Pendekatan bottom-up planning diharapkan mampu memastikan pembangunan yang tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Johansyah menjelaskan bahwa Musrenbang tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga wadah dialog konstruktif dalam merumuskan program pembangunan Kecamatan Bantan. Seluruh perangkat daerah diingatkan agar dapat mensinergikan usulan prioritas desa sesuai kewenangan masing-masing dengan mengedepankan efektivitas dan efisiensi. Ia juga menegaskan visi pembangunan Kabupaten Bengkalis, yakni terwujudnya kabupaten yang bermarwah, maju, sejahtera, dan unggul di Indonesia.

Mewakili Dapil Bengkalis–Bantan, Anggota DPRD Muhammad Isa dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya di Kecamatan Bantan. Ia menyoroti kondisi jalan poros yang menjadi perhatian utama karena sering dilalui dan dikunjungi tamu dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Selain itu, Muhammad Isa juga menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam pengembangan ekonomi, dengan mengusulkan pengembangan desa-desa tematik berbasis budaya Melayu. Beberapa desa yang diusulkan untuk dikembangkan antara lain Kampung Zapin dan Kampung Kompang. Ia menilai pendekatan budaya tersebut berpotensi meningkatkan ekonomi kreatif desa sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari keberadaan pendidikan tinggi di wilayah tersebut yang menarik mahasiswa dari luar negeri. Seluruh usulan yang disampaikan oleh kepala desa dan masyarakat, lanjutnya, akan diteruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan di Komisi DPRD Kabupaten Bengkalis. Ia menegaskan pentingnya peran Musrenbang sebagai forum strategis dalam merumuskan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Bobi Kurniawan, S.Sos., M.Si. menyampaikan agar usulan-usulan prioritas yang telah disampaikan oleh kepala desa mendapat perhatian serius dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia juga menekankan bahwa setiap usulan ke depan harus disesuaikan dengan tema Musrenbang.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Fakhtiar Qadri, S.Sos., M.AP. meminta kepada Camat dan pihak terkait agar dapat mengawal pelaksanaan setiap kegiatan pembangunan sehingga kualitas hasil pekerjaan dapat terjamin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Percepatan Pembangunan, Bappeda Kabupaten Bengkalis, Camat Bantan Rafli Kurniawan, unsur Forkopimcam Bantan, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, seluruh kepala desa dan anggota BPD se-Kecamatan Bantan, serta undangan lainnya.

 


[Ikuti Terus DPRD Bengkalis Melalui Sosial Media]







DPRD Bengkalis
di Google+



DPRD Bengkalis
di Instagram

Berita Lainnya

Tulis Komentar