Bengkalis, Humas DPRD – Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis menggelar rapat dengar pendapat bersama manajemen PT Bumi Laksmana Jaya (BLJ) dan PDAM Tirta Terubuk dalam rangka evaluasi capaian target terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis, Senin (08/06/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis, Sanusi, didampingi anggota. Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bengkalis, PT Bumi Laksmana Jaya (BLJ), PDAM Tirta Terubuk, serta Tenaga Ahli Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutannya, Sanusi mengatakan bahwa rapat ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap pengelolaan keuangan daerah serta kinerja mitra kerja dalam mengelola pendapatan daerah.
“Sebagai mitra kerja Komisi III, perlu dilakukan pendalaman terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah, meliputi capaian target, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan guna mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujar Sanusi.

Menanggapi hal tersebut, Jafung Perekonomian Setda Bengkalis, Syamsir, menyampaikan bahwa PT BLJ dan PDAM Tirta Terubuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, apabila pelayanan diberikan secara optimal, tingkat kepatuhan dan kepercayaan masyarakat juga akan meningkat.
Sementara itu, Sanusi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi Bagian Perekonomian, PT BLJ sebagai salah satu BUMD Kabupaten Bengkalis dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan PAD.
“Berdasarkan hasil evaluasi dari Bagian Perekonomian, dapat kami pahami bahwa PT BLJ sebagai BUMD belum mampu mendongkrak PAD Kabupaten Bengkalis sesuai harapan. Oleh karena itu, diperlukan pertanggungjawaban yang jelas atas berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan ke depan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Manager Finance PT BLJ, Maulana Fajri, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 perusahaan memiliki sejumlah proyek strategis, di antaranya Proyek Desain dan Pembangunan Warehouse Elnusa Duri Tahap I, penyewaan peralatan dan tenaga kerja, penjualan tanah borrow pit, Project Construction Service Work Unit Rate Multi Discipline (CS WUR MD), pembangunan kantor tahap I, renovasi SPBU, serta program Corporate Social Responsibility (CSR).
Terkait renovasi SPBU, Maulana menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah kendala. Saat ini dokumen Detail Engineering Design (DED) masih dalam proses persetujuan dan belum ditandatangani oleh pihak Pertamina sehingga Surat Izin Kerja Aman (SIKA) belum dapat diterbitkan.
“Dari delapan tahapan persetujuan yang diperlukan, baru dua tanda tangan yang telah diperoleh, sementara enam lainnya masih dalam proses,” jelas Maulana.

Untuk program CSR, PT BLJ melaksanakan berbagai kegiatan yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, UMKM, perkebunan, dan rumah ibadah. Saat ini, alokasi anggaran terbesar difokuskan pada sektor rumah ibadah dan kesehatan.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi III menyarankan agar program CSR lebih difokuskan pada sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti pengembangan UMKM dan pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia juga meminta agar pada rapat berikutnya diagendakan pembahasan khusus terkait laporan neraca keuangan perusahaan.
Sementara itu, terkait PDAM Tirta Terubuk, Kepala Bagian Teknik Harry Kumbara menjelaskan bahwa ketersediaan air baku saat ini masih dalam kondisi aman. PDAM tengah berupaya membangun saluran air baru yang menghubungkan Wonosari Timur dengan Kelapasari. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan usulan pembangunan infrastruktur air baku kepada Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) serta menyampaikan kebutuhan air baku kepada Bappeda.
Menanggapi hal tersebut, Sanusi menekankan pentingnya pengukuran kapasitas dan daya tahan stok air baku sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
“Jangan menunggu musim kemarau baru berpikir mengenai persediaan air PDAM. Mulai dari sekarang harus dicari tambahan sumber air maupun dilakukan perbaikan kanal yang ada agar ketersediaan air dapat terpenuhi untuk masyarakat Pulau Bengkalis,” tegas Sanusi.
Ia juga menyoroti kondisi pelayanan air bersih di Kecamatan Mandau dan sekitarnya.
.jpg)
“Untuk masyarakat Duri perlu perhatian serius terkait ketersediaan air PDAM yang masih menghadapi banyak persoalan. Penyambungan aliran pipa DUROLIS ke PDAM Duri perlu segera dipercepat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis, Fakhtiar Qadri, menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan PT BLJ dan PDAM dalam meningkatkan kontribusi terhadap PAD. Ia berharap berbagai kendala teknis, khususnya terkait renovasi SPBU, dapat segera diselesaikan.
“DPRD siap membantu melalui fungsi pengawasan agar PT BLJ dapat memberikan kinerja terbaik bagi daerah,” ujarnya.
Khusus kepada PDAM Tirta Terubuk, Fakhtiar juga menyoroti proses pendaftaran pelanggan yang hingga saat ini belum disertai bukti pendaftaran. Ia meminta manajemen PDAM segera melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, berbagai masukan dan koreksi terhadap kinerja PDAM harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan tanpa perlu terjadi perdebatan atau adu argumentasi antar pihak.

Menutup rapat, Sanusi menegaskan bahwa Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis akan terus mendorong optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah melalui penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja BUMD maupun instansi terkait.
“Komisi III berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi potensi PAD demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” tutup Sanusi.


Berita Lainnya
DPRD Bengkalis Bahas Persetujuan Kerja Sama e-Ticketing untuk Tingkatkan Pelayanan Penyeberangan dan Optimalisasi PAD
Pansus DPRD Bengkalis Matangkan Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pasca Konsultasi ke Kemenaker